ROAD TO HEALTHY CAMPUS
~ Fenomena Sampah dalam Kampus Sehat ~
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Sampah merupakan salah satu masalah yang keberadaannya selalu dikaitkan dengan masyarakat. Dimana ada kegiatan manusia, pasti ada sampah yang ditimbulkan. Ironisnya, manusia sering kali tidak sadar akan pentingnya mengelola sampah dengan benar. Bahkan sebagian dari mereka sebenarnya tahu, namun tetap saja mengulang perbuatan yang sama, membuang sampah tidak pada tempatnya atau membiarkannya begitu saja tanpa melalui proses pemilahan antara sampah organik dan non organik. Fenomena semacam ini juga terjadi di lingkungan kampus Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Di sudut kampus, berubah menjadi tempat sampah alami. Hal ini selain disebabkan oleh kesadaran mahasiswa dan civitas akademika akan membuang sampah pada tempatnya yang kurang, juga dikarenakan oleh minimnya tempat sampah yang disediakan di kampus Fakultas Kedokteran UNS.
2. Rumusan Masalah
Kebersihan kampus khususnya mengenai sampah adalah salah satu permasalahan yang berdampak pada lingkungan maupun pada individu mahasiswa. Dampak lingkungan dari permasalahan sampah adalah kesehatan, keindahan dan kenyamanan lingkungan kampus. Sedangkan dampak pada individu mahasiswa adalah kesehatan mahasiswa, kenyamanan dan motivasi belajar mengajar serta kegiatan lainnya di kampus. Di sisi lain kondisi yang bersih, indah dan nyaman diperlukan oleh mahasiswa dan civitas akademika kampus untuk melaksanakan aktivitas kampus dengan optimal apalagi dalam rangka pencapaian indikator Indonesia Sehat 2010 serta sebagai salah satu langkah menuju World Class University.
Oleh sebab itu, masalah kebersihan mengenai sampah harus segera ditindaklanjuti khususnya di lingkungan kampus Fakultas Kedokteran UNS. Dalam hal ini dibagi menjadi 6 rumusan masalah, yaitu :
§ Masalah kesadaran mahasiswa dan civitas akademika yang kurang tentang anjuran membuang sampah pada tempatnya.
§ Masalah pengadaan tempat sampah yang minim, sehingga warga FK UNS berpikir untuk membuang sampah sembarangan karena kurangnya tempat sampah.
§ Masalah pelaksanaan separasi sampah, yaitu pemilahan antara sampah organik dan non organik. Untuk itu perlu adanya pengadaan tempat sampah ganda untuk sampah organik dan non organik.
§ Masalah kurang tegasnya aturan tentang sampah sehingga karena tidak adanya sanksi tegas tentang hal ini, kesadaran mahasiswa dan civitas akademika untuk membuang sampah pada tempatnya kurang.
§ Masalah kurangnya kampanye dan sosialisasi tentang sampah.
§ Masalah tentang penanganan akhir sampah, dalam hal ini kaitannya dengan daur ulang, dan reduksi penggunaan plastik.
3. Tujuan
Tujuan dari kegiatan Road to Healthy Campus mengenai permasalahan sampah adalah meningkatkan kesadaran civitas akademika, khususnya di FK UNS untuk selalu membuang sampah pada tempatnya dan mereduksi penggunaan plastik melalui sosialisasi dan kampanye tentang sampah. Selain itu untuk menjembatani kepada pihak atas mengenai pengadaan tempat sampah baru (tempat sampah ganda), yakni tempat sampah organik dan non organik sehingga memudahkan dalam separasi atau pemilahan sampah yang selanjutnya berhubungan dalam hal penanganan akhir sampah atau daur ulang sampah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai kompos, dan sampah non organik yang dapat diubah menjadi kerajinan tangan unik yang dapat menghasilkan pemasukan bagi kampus kita. Kegiatan daur ulang ini selain mendatangkan income, juga dapat meningkatkan kreatifitas karena dalam hal ini kita berfikir untuk menciptakan ide bagaimana mengolah sampah agar tidak tetap menjadi sampah namun menjadi sesuatu yang bermanfaat.
B. Ide Program
1. Mengumpulkan data, aspirasi dan informasi dari civitas akademika FK UNS.
a. Survey ’Road to Healthy Campus’
Melalui survey ini, dapat diperoleh evaluasi civitas akademika FK UNS mengenai kualitas lingkungan kampus kita menyangkut sampah serta aspirasi-aspirasi untuk meningkatkannya.
b. Blog dan facebook ’Road to healthy Campus’
Dalam pelaksanaan program-progam Healthy Campus nantinya diperlukan sosialisasi program dan pendapat-pendapat untuk mengevaluasi jalannya program sehingga pembuatan blog dan facebook ini sangat membantu.
2. Semiloka ’Road to Healthy Campus’.
Kegiatan ini dapat berupa seminar atau workshop dari hasil kajian Kastrat Deplu BEM FK UNS dengan mendatangkan pembicara-pembicara yang kompeten di bidang kualitas lingkungan, khususnya kaitannya dengan sampah. Dalam kegiatan ini dapat diberikan wawasan untuk membangun mental ’lingkungan sehat’ pada civitas akademika serta pewacanaan program ’Road to Healthy Campus’ yang pelaksanaannya bersifat berkesinambungan.
3. Pelaksanaan Program-Program.
Pengadaan lebih banyak tempat sampah di berbagai tempat sehingga warga FK UNS tidak berpikir untuk membuang sampah sembarangan karena kurangnya tempat sampah. Misalnya di lapangan parkir motor. Meskipun petugas sudah menyapu sampah-sampah, karena tidak adanya tempat untuk menaruhnya, sampah tersebut dibiarkan menumpuk di satu sudut. Usaha meminimalisir sampah ini dapat mengurangi kemungkinan bermukimnya agen-agen penyakit serta dapat memperindah wajah kampus FK UNS sebagai kampus kesehatan. Untuk melaksanakan program ini juga diperlukan sosialisasi pada seluruh warga UNS agar membuang sampah pada tempatnya.
Selanjutnya, pengadaan tempat sampah tunggal berkembang menjadi tempat sampah ganda maksudnya untuk memisahkan antara sampah organik dan sampah non organik. Ide ini didapatkan saat kunjungan ke Fakultas Psikologi dan Fakuktas Kesehatan Masyarakat UI dimana kampus tersebut memiliki tempat sampah khusus untuk sampah organik, misalnya daun-daunan dan non organik, misalnya kaleng, kaca, kertas, plastik, dan kardus. Selain itu, di laboratorium juga perlu ditambah tempat sampah medis, yaitu khusus untuk membuang alat-alat bekas setelah dipakai untuk praktikum misalnya jarum suntik sehingga tidak akan mengkontaminasi sampah lainnya.
Gambar di atas diambil di lokasi kampus FKM UI. Tampak telah disediakan tempat sampah khusus untuk memisahkan sampah organik dan sampah non organik. Pengadaan tempat sampah seperti ini untuk mempermudah proses pengelolaan sampah yang terpadu.
Pemilahan sampah ini bertujuan untuk memudahkan dalam penanganan akhir atau daur ulang. Sampah daun-daunan dapat didaur ulang menjadi kompos, sedangkan sampah yang tidak dapat hancur dengan pelapukan contohnya plastik dapat didaur ulang menjadi sebuah kerajinan tangan yang unik. Namun, sebaiknya penggunaan plastik dikurangi.
C. Indikator Keberhasilan
1. Didapatkan data-data, aspirasi dan informasi dari civitas akademika FK UNS mengenai problem-problem sampah di lingkungan FK UNS.
2. Dari data-data tersebut dapat dilaksanakan seminar atau workshop berupa pembahasan isu-isu mengenai sampah dan penanganan sampah pada akhirnya sehingga sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan dengan daur ulang.
3. Adanya aturan dengan sanksi yang tegas tentang larangan membuang sampah sembarangan sehingga civitas akademika enggan untuk membuang sampah sembarangan.
4. Lingkungan FK UNS yang bersih, rapi, indah dan sehat bebas dari sampah.
Survey dan coment note :
Diakses melalui Þ blog : http://deplubersahabat.blogspot.com
facebook : deplu bersahabat/deplubersahabat@gmail.com
· Fakultas Kedokteran yang notabene adalah kampus kesehatan, kenapa masih ada sampah dimana-mana? Siapa yang bertanggung jawab atas hal ini?
~ Fenomena Sampah dalam Kampus Sehat ~
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Sampah merupakan salah satu masalah yang keberadaannya selalu dikaitkan dengan masyarakat. Dimana ada kegiatan manusia, pasti ada sampah yang ditimbulkan. Ironisnya, manusia sering kali tidak sadar akan pentingnya mengelola sampah dengan benar. Bahkan sebagian dari mereka sebenarnya tahu, namun tetap saja mengulang perbuatan yang sama, membuang sampah tidak pada tempatnya atau membiarkannya begitu saja tanpa melalui proses pemilahan antara sampah organik dan non organik. Fenomena semacam ini juga terjadi di lingkungan kampus Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Di sudut kampus, berubah menjadi tempat sampah alami. Hal ini selain disebabkan oleh kesadaran mahasiswa dan civitas akademika akan membuang sampah pada tempatnya yang kurang, juga dikarenakan oleh minimnya tempat sampah yang disediakan di kampus Fakultas Kedokteran UNS.
2. Rumusan Masalah
Kebersihan kampus khususnya mengenai sampah adalah salah satu permasalahan yang berdampak pada lingkungan maupun pada individu mahasiswa. Dampak lingkungan dari permasalahan sampah adalah kesehatan, keindahan dan kenyamanan lingkungan kampus. Sedangkan dampak pada individu mahasiswa adalah kesehatan mahasiswa, kenyamanan dan motivasi belajar mengajar serta kegiatan lainnya di kampus. Di sisi lain kondisi yang bersih, indah dan nyaman diperlukan oleh mahasiswa dan civitas akademika kampus untuk melaksanakan aktivitas kampus dengan optimal apalagi dalam rangka pencapaian indikator Indonesia Sehat 2010 serta sebagai salah satu langkah menuju World Class University.
Oleh sebab itu, masalah kebersihan mengenai sampah harus segera ditindaklanjuti khususnya di lingkungan kampus Fakultas Kedokteran UNS. Dalam hal ini dibagi menjadi 6 rumusan masalah, yaitu :
§ Masalah kesadaran mahasiswa dan civitas akademika yang kurang tentang anjuran membuang sampah pada tempatnya.
§ Masalah pengadaan tempat sampah yang minim, sehingga warga FK UNS berpikir untuk membuang sampah sembarangan karena kurangnya tempat sampah.
§ Masalah pelaksanaan separasi sampah, yaitu pemilahan antara sampah organik dan non organik. Untuk itu perlu adanya pengadaan tempat sampah ganda untuk sampah organik dan non organik.
§ Masalah kurang tegasnya aturan tentang sampah sehingga karena tidak adanya sanksi tegas tentang hal ini, kesadaran mahasiswa dan civitas akademika untuk membuang sampah pada tempatnya kurang.
§ Masalah kurangnya kampanye dan sosialisasi tentang sampah.
§ Masalah tentang penanganan akhir sampah, dalam hal ini kaitannya dengan daur ulang, dan reduksi penggunaan plastik.
3. Tujuan
Tujuan dari kegiatan Road to Healthy Campus mengenai permasalahan sampah adalah meningkatkan kesadaran civitas akademika, khususnya di FK UNS untuk selalu membuang sampah pada tempatnya dan mereduksi penggunaan plastik melalui sosialisasi dan kampanye tentang sampah. Selain itu untuk menjembatani kepada pihak atas mengenai pengadaan tempat sampah baru (tempat sampah ganda), yakni tempat sampah organik dan non organik sehingga memudahkan dalam separasi atau pemilahan sampah yang selanjutnya berhubungan dalam hal penanganan akhir sampah atau daur ulang sampah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai kompos, dan sampah non organik yang dapat diubah menjadi kerajinan tangan unik yang dapat menghasilkan pemasukan bagi kampus kita. Kegiatan daur ulang ini selain mendatangkan income, juga dapat meningkatkan kreatifitas karena dalam hal ini kita berfikir untuk menciptakan ide bagaimana mengolah sampah agar tidak tetap menjadi sampah namun menjadi sesuatu yang bermanfaat.
B. Ide Program
1. Mengumpulkan data, aspirasi dan informasi dari civitas akademika FK UNS.
a. Survey ’Road to Healthy Campus’
Melalui survey ini, dapat diperoleh evaluasi civitas akademika FK UNS mengenai kualitas lingkungan kampus kita menyangkut sampah serta aspirasi-aspirasi untuk meningkatkannya.
b. Blog dan facebook ’Road to healthy Campus’
Dalam pelaksanaan program-progam Healthy Campus nantinya diperlukan sosialisasi program dan pendapat-pendapat untuk mengevaluasi jalannya program sehingga pembuatan blog dan facebook ini sangat membantu.
2. Semiloka ’Road to Healthy Campus’.
Kegiatan ini dapat berupa seminar atau workshop dari hasil kajian Kastrat Deplu BEM FK UNS dengan mendatangkan pembicara-pembicara yang kompeten di bidang kualitas lingkungan, khususnya kaitannya dengan sampah. Dalam kegiatan ini dapat diberikan wawasan untuk membangun mental ’lingkungan sehat’ pada civitas akademika serta pewacanaan program ’Road to Healthy Campus’ yang pelaksanaannya bersifat berkesinambungan.
3. Pelaksanaan Program-Program.
Pengadaan lebih banyak tempat sampah di berbagai tempat sehingga warga FK UNS tidak berpikir untuk membuang sampah sembarangan karena kurangnya tempat sampah. Misalnya di lapangan parkir motor. Meskipun petugas sudah menyapu sampah-sampah, karena tidak adanya tempat untuk menaruhnya, sampah tersebut dibiarkan menumpuk di satu sudut. Usaha meminimalisir sampah ini dapat mengurangi kemungkinan bermukimnya agen-agen penyakit serta dapat memperindah wajah kampus FK UNS sebagai kampus kesehatan. Untuk melaksanakan program ini juga diperlukan sosialisasi pada seluruh warga UNS agar membuang sampah pada tempatnya.
Selanjutnya, pengadaan tempat sampah tunggal berkembang menjadi tempat sampah ganda maksudnya untuk memisahkan antara sampah organik dan sampah non organik. Ide ini didapatkan saat kunjungan ke Fakultas Psikologi dan Fakuktas Kesehatan Masyarakat UI dimana kampus tersebut memiliki tempat sampah khusus untuk sampah organik, misalnya daun-daunan dan non organik, misalnya kaleng, kaca, kertas, plastik, dan kardus. Selain itu, di laboratorium juga perlu ditambah tempat sampah medis, yaitu khusus untuk membuang alat-alat bekas setelah dipakai untuk praktikum misalnya jarum suntik sehingga tidak akan mengkontaminasi sampah lainnya.
Gambar di atas diambil di lokasi kampus FKM UI. Tampak telah disediakan tempat sampah khusus untuk memisahkan sampah organik dan sampah non organik. Pengadaan tempat sampah seperti ini untuk mempermudah proses pengelolaan sampah yang terpadu.
Pemilahan sampah ini bertujuan untuk memudahkan dalam penanganan akhir atau daur ulang. Sampah daun-daunan dapat didaur ulang menjadi kompos, sedangkan sampah yang tidak dapat hancur dengan pelapukan contohnya plastik dapat didaur ulang menjadi sebuah kerajinan tangan yang unik. Namun, sebaiknya penggunaan plastik dikurangi.
C. Indikator Keberhasilan
1. Didapatkan data-data, aspirasi dan informasi dari civitas akademika FK UNS mengenai problem-problem sampah di lingkungan FK UNS.
2. Dari data-data tersebut dapat dilaksanakan seminar atau workshop berupa pembahasan isu-isu mengenai sampah dan penanganan sampah pada akhirnya sehingga sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan dengan daur ulang.
3. Adanya aturan dengan sanksi yang tegas tentang larangan membuang sampah sembarangan sehingga civitas akademika enggan untuk membuang sampah sembarangan.
4. Lingkungan FK UNS yang bersih, rapi, indah dan sehat bebas dari sampah.
Survey dan coment note :
Diakses melalui Þ blog : http://deplubersahabat.blogspot.com
facebook : deplu bersahabat/deplubersahabat@gmail.com
· Fakultas Kedokteran yang notabene adalah kampus kesehatan, kenapa masih ada sampah dimana-mana? Siapa yang bertanggung jawab atas hal ini?

benarkah ini rizka?
BalasHapus